Assalamu‘alaikum wr. wb.
Hello guys, berjumpa lagi bersama Inzaghi's Blog! Jika kita berselancar di dunia Internet, pastinya sudah tidak asing lagi yang namanya Alamat IP atau dikenal sebagai IP Address. Setiap Jaringan Komputer memiliki Alamat IP yang berbeda-beda. Mari kita simak secara saksama pada Artikel ini.
IP ADDRESS DAN JARINGAN LAN
Sumber Materi : Gramedia.com, Jagoanhosting.com, Winstarlink.com, Utopicomputers.com, dan IT-Jurnal.com
Di era digital seperti sekarang, mencari informasi dan pengetahuan tidak lagi mengharuskan kita datang langsung ke suatu tempat. Dengan bantuan internet, berbagai informasi dapat diakses hanya dalam hitungan detik. Kemudahan tersebut dapat dirasakan berkat adanya koneksi internet dan berbagai perangkat yang mampu terhubung ke jaringan.
Namun, tahukah Anda bahwa kemudahan dalam menggunakan internet didukung oleh berbagai komponen penting yang saling terhubung? Salah satunya adalah Internet Protocol (IP) Address. Komponen ini memungkinkan perangkat seperti komputer, laptop, smartphone, dan perangkat lainnya untuk berkomunikasi serta terhubung ke internet.
A. Pengertian IP Address
IP Address adalah sekumpulan angka yang berfungsi sebagai identitas bagi perangkat yang terhubung ke internet maupun jaringan lainnya. Fungsinya dapat dianalogikan seperti alamat rumah yang digunakan untuk memastikan data dikirimkan ke perangkat yang tepat. Pada IPv4, format alamat IP terdiri dari angka dengan rentang mulai dari 0.0.0.0 hingga 255.255.255.255.
Internet Protocol atau Protokol Internet merupakan sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan, baik jaringan internet publik maupun jaringan lokal.
Hampir setiap perangkat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti laptop, komputer, smartphone, hingga printer, dapat memiliki alamat IP yang digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga melahirkan berbagai inovasi yang membuat aktivitas manusia menjadi lebih praktis. Saat ini, internet dan media sosial telah menjadi salah satu sarana komunikasi yang banyak digunakan karena memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan orang lain secara cepat dan efisien. Dalam hal ini, alamat IP dapat dianalogikan dengan nomor telepon yang menjadi identitas untuk menghubungkan seseorang dengan pihak lainnya.
Agar lebih mudah dipahami, kita dapat membuat sebuah perumpamaan. Misalnya, kita menganggap komputer atau perangkat lain sebagai seseorang, sedangkan alamat IP dapat diibaratkan sebagai nomor telepon yang dimilikinya. Secara sederhana, IP Address merupakan rangkaian angka yang menjadi identitas bagi setiap perangkat yang terhubung ke jaringan. Setiap komputer, gadget, smartphone, dan perangkat lainnya dapat memiliki alamat IP yang berbeda sesuai dengan jaringan yang digunakannya.
Setiap website yang dapat diakses melalui internet menyimpan berbagai file dan data pada sebuah server hosting. Server tersebut pada dasarnya merupakan perangkat komputasi yang menjalankan serta menyediakan data website kepada pengguna. Oleh karena itu, sebuah website juga memiliki alamat IP yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi servernya. Sebagai contoh, Google pernah menggunakan alamat IP 74.125.224.72. Namun, dalam kondisi tertentu, beberapa website dapat menggunakan alamat IP yang sama, misalnya ketika berada pada server hosting yang sama.
B. Fungsi IP Address
Berdasarkan pengertiannya, dapat dipahami bahwa IP Address berfungsi sebagai alamat sekaligus identitas sebuah perangkat dalam jaringan. Salah satu fungsi utamanya adalah memungkinkan berbagai perangkat untuk saling terhubung serta mengirim dan menerima data.
Ketika mengakses sebuah website, perangkat yang digunakan harus mengetahui lokasi server tempat data website tersebut disimpan. Setelah lokasi tersebut ditemukan, perangkat dapat meminta data dari server untuk kemudian menampilkannya kepada pengguna.
Hal tersebut dapat dianalogikan seperti ketika kita berbelanja melalui marketplace. Agar barang dapat dikirim ke tujuan yang benar, kita perlu memberikan alamat lengkap dan informasi kontak yang diperlukan. IP Address memiliki fungsi yang kurang lebih serupa dalam komunikasi jaringan, yaitu membantu memastikan data dikirimkan ke perangkat atau tujuan yang tepat.
Dengan demikian, IP Address dapat dianggap sebagai alamat yang membantu memastikan setiap paket data sampai ke perangkat yang dituju. IP Address juga menjadi salah satu bagian penting dalam proses komunikasi antarp perangkat sehingga permintaan data dapat diarahkan melalui jaringan menuju tujuan yang sesuai.
C. Cara Kerja IP Address
Cara kerja IP Address sebenarnya cukup sederhana. Ketika ingin mengakses sebuah website, komputer atau perangkat yang digunakan terlebih dahulu terhubung ke router jaringan yang disediakan oleh Internet Service Provider (ISP).
Setelah itu, router akan berkomunikasi dengan server tempat file dan data website disimpan. Router kemudian membantu meneruskan permintaan perangkat menuju server dan menerima kembali informasi yang diperlukan. Data tersebut selanjutnya dikirimkan kembali ke perangkat sehingga website yang dituju dapat ditampilkan.
Dalam proses tersebut terdapat tiga komponen utama, yaitu perangkat pengguna, router, dan server. Masing-masing memiliki alamat IP yang memungkinkan perangkat-perangkat tersebut dikenali dalam jaringan. Dengan adanya identitas tersebut, ketiganya dapat saling berkomunikasi serta melakukan proses pengiriman dan penerimaan data.
Karena setiap perangkat memiliki alamat IP yang digunakan dalam jaringan, router dapat menentukan tujuan pengiriman data secara tepat. Jika alamat IP tujuan tidak sesuai atau tidak dapat ditemukan, proses pengiriman data tidak dapat diteruskan ke perangkat yang dimaksud.
D. Poin penting saat membangun Jaringan LAN
LAN atau Local Area Network merupakan jaringan komputer yang memiliki cakupan wilayah terbatas, misalnya di dalam gedung, kampus, kantor, sekolah, rumah, atau ruangan tertentu. Sebagian besar jaringan LAN modern menggunakan teknologi IEEE 802.3 yang dikenal sebagai Ethernet.
Teknologi Ethernet umumnya memanfaatkan perangkat switch dengan kemampuan transfer data sebesar 10, 100, hingga 1000 Mbit/s. Selain Ethernet, jaringan LAN saat ini juga banyak memanfaatkan teknologi Wi-Fi, termasuk standar 802.11b. Area yang menyediakan koneksi LAN melalui jaringan Wi-Fi biasanya dikenal dengan istilah hotspot.
Dalam membangun jaringan LAN, kompatibilitas sistem menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan karena jaringan dapat terdiri dari berbagai jenis perangkat keras. Agar seluruh perangkat dapat bekerja dan berkomunikasi dengan baik, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
1. Standar
Standar merupakan salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan dalam pembangunan jaringan. Setiap perangkat umumnya dibuat berdasarkan standar tertentu, baik mengikuti standar industri yang berlaku secara global maupun standar yang ditetapkan oleh produsen.
Penggunaan standar yang sama diperlukan karena perangkat tertentu dapat menggunakan kode atau sistem yang berbeda. Dengan adanya standar yang disepakati, berbagai perangkat dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan lebih cepat serta memiliki tingkat kompatibilitas yang lebih baik.
2. Kompatibilitas dengan Jaringan Eksternal
Jaringan LAN akan menjadi lebih bermanfaat apabila memiliki kemampuan untuk terhubung dengan jaringan lokal lainnya maupun jaringan yang lebih luas. Oleh sebab itu, LAN sebaiknya dirancang agar dapat berkomunikasi dengan berbagai jaringan eksternal, seperti jaringan telepon, telex, faksimile, maupun jaringan data global seperti Internet, ARPANET, UNINET, dan jaringan lainnya.
Dengan kemampuan tersebut, informasi dari jaringan luar dapat diakses, digunakan, dan disebarluaskan dengan lebih mudah.
3. Kecepatan
Kecepatan merupakan salah satu faktor yang membedakan jaringan LAN dengan jaringan PABX (Private Automated Branch Exchange) atau CBX (Commercial Branch Exchange). LAN umumnya digunakan untuk komunikasi dan pertukaran data, sedangkan PABX atau CBX lebih banyak digunakan untuk komunikasi suara.
Dalam hal transfer data, LAN umumnya menawarkan kecepatan yang lebih tinggi. Namun, performa suatu perangkat tidak cukup dinilai hanya berdasarkan kecepatan clock prosesor. Rata-rata waktu respons atau response time juga menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan.
4. Metode Akses
Metode akses perlu dipahami karena setiap terminal atau komputer yang terhubung ke jaringan harus memiliki mekanisme untuk memberitahukan bahwa perangkat tersebut akan mengirimkan data.
Pengaturan metode akses yang tepat diperlukan agar proses komunikasi dapat berlangsung tanpa mengganggu perangkat lain yang sedang menggunakan jaringan.
5. Media Transmisi
Pemilihan media transmisi perlu mempertimbangkan kemampuan, kebutuhan, serta biaya yang tersedia. Setiap jenis media transmisi memiliki karakteristik dan tingkat performa yang berbeda.
Sebagai contoh, serat optik menawarkan kinerja yang lebih tinggi, tetapi biaya pemasangan dan penggunaannya dapat lebih mahal dibandingkan Kabel Coaxial maupun Twisted Pair. Oleh karena itu, media transmisi perlu dipilih berdasarkan kebutuhan jaringan dan anggaran yang tersedia.
6. Topologi
jaringan. Pemilihan topologi perlu mempertimbangkan kemungkinan pengembangan jaringan di masa mendatang.
Selain itu, topologi memiliki hubungan erat dengan metode akses dan media transmisi yang digunakan. Karena itu, pemilihan topologi sebaiknya dilakukan sejak awal dengan mempertimbangkan kebutuhan jaringan secara keseluruhan.
7. Mengonfigurasi IP Address (IPv-4)
Setelah perangkat jaringan terpasang secara fisik, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP Address pada setiap komputer agar perangkat dapat saling berkomunikasi dan terhubung dalam jaringan.
IP Address merupakan sistem pengalamatan pada jaringan komputer yang menggunakan 32 bit biner untuk IPv4. Alamat tersebut terbagi ke dalam beberapa kelas. Untuk membangun jaringan LAN, beberapa rentang alamat yang umum digunakan antara lain :
- Kelas A : 10.x.x.x dengan subnet mask 255.0.0.0
- Kelas B : 172.16.x.x – 172.31.x.x dengan subnet mask 255.255.0.0
- Kelas C : 192.168.x.x dengan subnet mask 255.255.255.0
Dalam sebuah jaringan LAN, konfigurasi alamat IP harus dirancang agar komputer-komputer berada dalam jaringan yang dapat saling berkomunikasi. Salah satu pilihan yang umum digunakan adalah rentang alamat Kelas C karena sesuai untuk jaringan dengan jumlah perangkat yang relatif sedikit. Rentang tersebut dapat digunakan untuk menghubungkan hingga 254 perangkat dalam satu jaringan.
Oleh karena itu, jaringan LAN di lingkungan sekolah sering menggunakan rentang alamat IP privat seperti 192.168.x.x untuk menghubungkan komputer dan perangkat jaringan yang terdapat di dalamnya.
[Selengkapnya, ada penjelasannya di bawah.]
Dalam membangun jaringan LAN ada beberapa komponen yang harus diperhatikan,yaitu :
Komponen perangkat keras :
Personal Computer Untuk server (komputer pusat/central) dan workstation (terminal pemakai)
- Media transmisi dapat berupa kabel, radio atau sarana lain yang dapat mengalirkan data.
- Network Interface Card (NIC) berfungsi sebagai proses pengiriman dan penerimaan data.
- Konsentrator adalah suatu alat yang memungkinkan beberapa sinyal komunikasi menggunakan sebuah channel.
Komponen perangkat lunak :
- Driver interface menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak jaringan pada server maupun workstation.
- Network Operating System (NOS) berjalan pada server dan bertanggung jawab untuk memproses request, mengatur jaringan dan mengendalikan layanan dan device ke semua workstation. Perangkat lunak aplikasi Program aplikasi yang digunakan untuk keperluan perusahaan.
E. Jenis-Jenis IP Address
1. Berdasarkan Tipe
IP Address rupanya terbagi menjadi beberapa 2 Jenis. Inilah, jenis-jenis IP Address :
a. IPv4
Yang perlu kamu ketahui selanjutnya dari jenis-jenis IP Address adalah IPv4. IPv4 adalah jenis alamat IP yang paling populer dan sudah dimanfaatkan sejak lama.
Jika IPv6 merupakan gabungan angka dan huruf, maka IPv4 hanyalah deretan angka sepanjang 32 bit di mana angka-angka tersebut merupakan representasi desimal dari 8 bit angka biner.
IPv4 terdiri 4 Bagian (Oktet) yang dipisahkan oleh tanda titik. Setiap bagian (Oktet) bernilai 0 – 255 sebagai nilai maksimal.
Artinya, IP Address versi 4 berikut mempunyai rentang dari 0.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Rentang ini pun akhirnya mampu menampung kurang lebih 4.228.250.625 (4,2 Miliar) IP Address di seluruh dunia. Contoh IPv4 adalah 74.125.224.72.
Kelebihan dari IPv4 yakni prefiksnya cukup sederhana sehingga telah didukung oleh sebagian besar Topologi Jaringan.
b. IPv6
IPv6 adalah jenis IP Address terbaru yang dibuat karena kapasitas IP Address terdahulunya (IPv4) sudah semakin menipis. IPv6 terdiri dari 8 Angka dengan panjang 128 bit dan berisi huruf A sampai F yang penulisannya dipisahkan menggunakan titik dua. Deretan karakter tersebut adalah representasi desimal dari 16 Angka Biner.
Dalam artian lain, IPv6 mampu menampung hingga 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 (340 Undesiliun/Undecillion = 3.4028 × 1038) Alamat karena banyaknya perpaduan Angka dan Huruf yang ada pada IP Address tersebut.
Contoh IPv6 adalah 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334. Agar lebih praktis, penulisan deretan angka 0 biasanya diganti menggunakan tanda titik dua sebanyak dua kali seperti 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334.
Keuntungan IPv6 adalah IP Address berikut telah menggunakan IPsec (Internet Protocol Security) yang menawarkan integritas data, Autentikasi dan kerahasiaan.
Tak lupa juga, IPv6 memiliki IP checksum yang mendukung multicast, di mana hal ini memungkinkan transmisi data yang bisa dikirim sekaligus ke beberapa tujuan sehingga lebih hemat Bandwith Jaringan.
2. Berdasarkan Status
Penyedia layanan Internet sebenarnya memberikan 2 Jenis IP Address, yaitu dinamis dan statis. Berikut ini adalah penjelasan atas keduanya.
a. Dinamis
IP Address Dinamis biasanya dimiliki oleh Publik, termasuk kita. Alamat IP ini disediakan secara gratis oleh penyedia layanan Internet Anda dan tidak permanen. Dari ulasan di atas, dijelaskan bahwa jumlah alamat IP yang tersedia saat ini tidak mencukupi.
Oleh karena itu, alamat IP digunakan lagi. Ini juga merupakan tanggung jawab Penyedia Layanan Internet. Alamat IP dinamis dapat berubah seminggu sekali, sebulan, atau setahun. Namun, perubahan ini juga dapat disebabkan oleh Reboot Perangkat atau Router internet Anda.
b. Statis
IP Address Statis, di sisi lain, adalah kebalikan dari alamat IP dinamis. Alamat IP statis "dipesan" oleh pihak yang menggunakannya.
Pengguna yang melakukan reservasi pada satu atau lebih alamat IP termasuk penyedia layanan hosting web, Virtual Private Network (VPN), dan server File Transfer Protocol (FTP). Penyedia layanan mengandalkan alamat IP yang tidak dapat diubah, sehingga penyedia layanan memerlukan alamat IP yang tidak dapat diubah. Untuk mendapatkan alamat IP statis ini, Anda harus membayar biaya yang dibebankan oleh ISP Anda.
3. Berdasarkan Hak Akses (Cakupan)
IP Address memiliki 2 Jenis berdasarkan cakupannya, yaitu IP Publik dan IP Privat, dan inilah perbedaannya.
a. IP Publik
Seperti namanya, IP address publik bisa diakses lewat Jaringan Internet. IP address publik dimiliki oleh segala perangkat yang diperuntukkan untuk khalayak umum. Server Website, Server Email, dan Router Wi-Fi merupakan beberapa contoh device yang menggunakan alamat IP Publik.
IP address publik dan IP address privat memiliki rentang angka tersendiri dan alokasi untuk rentang angka IP address jenis publik ini diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority atau (IANA). Jika ada organisasi (misalnya penyedia layanan internet) yang ingin mendapatkan IP publik, maka harus meminta izin terlebih dahulu ke badan otoritatif terkait.
b. IP Privat
IP Address privat digunakan untuk komunikasi untuk jaringan lokal. Contoh perangkat yang memiliki alamat IP privat ini yaitu laptop, PC, dan ponsel. Masing-masing device itu bisa berkomunikasi dengan satu sama lain tidak melalui Koneksi Internet, tetapi pada jaringan lokal lainnya seperti Local Access Network (LAN).
Bagaimana komputer bisa mengakses sebuah website jika alamat IP-nya jenis privat? Hal ini bisa dikarenakan device tersebut melakukannya melalui IP address publik milik Router Internet sebagai perantara.
4. Berdasarkan Sifat (Saat Hosting)
Jika kita menjalankan satu atau lebih dari satu website, ada dua jenis IP address yang digunakan server web hosting, yakni Shared IP dan Dedicated IP. Inilah Perbedaan dari Kedua Sifat tersebut.
a. Shared IP
Dari pembahasan sebelumnya tentang IP Publik, kita sudah mengetahui bahwa setiap server website memiliki IP Address. Shared IP biasanya tersedia di server hosting bersama di mana semua pengguna berbagi semua sumber daya server, termasuk Alamat IP. Selain itu, semua domain pengguna menggunakan IP Address yang sama.
b. Dedicated IP
Jika shared IP dipakai bersama-sama untuk semua pengguna pada suatu server, dedicated IP ini hanya digunakan oleh satu domain saja. Jenis alamat IP ini biasanya ditawarkan di server hosting khusus dan hosting cloud VPS, tetapi beberapa penyedia layanan hosting web yang terjangkau/murah mengizinkan pelanggannya untuk menggunakan IP khusus di server hosting bersama. Ada juga beberapa hal.
F. Pembagian Kelas pada IPv4
Seperti kita ketahui bersama bahwa alamat IP dibedakan menjadi dua versi, salah satunya adalah IP Address V4. IPv4 memiliki panjang 32 bit dan mampu untuk mengalamatkan kurang lebih 4 miliar host. Penulisan IP Address versi 4 biasanya menggunakan notasi desimal bertitik yang terbagi menjadi 4 (Empat) Oktet berukuran 8 bit (Sebagai contoh 192.168.1.1).
Pada IPv-4 ini sobat komputer akan menemui pembagian IP Address yang dibedakan menjadi beberapa kelas, diataranya adalah IP Address kelas A, B, C, D dan E, yang membedakan dari kelima kalas IP ini adalah pola biner yang terdapat pada oktet pertama. Apabila sobat komputer masih belum memahami pembagian kelas IP pada IPv-4 ini sobat dapat melihat tabel kelas Alamat IP dibawah ini.
1. Pembagian Kelas IP Address A, B, C, D Dan E Pada IPv-4
|
Kelas
|
Oktet Pertama dalam Desimal
|
Oktet Pertama dalam Biner
|
Penggunaan
|
|
Kelas
A
|
1–126
|
0xxx
xxxx
|
Jaringan Komputer
berskala Besar
|
|
Kelas
B
|
128–191
|
10xx
xxxx
|
Jaringan Komputer berskala Menengah sampai Besar
|
|
Kelas
C
|
192–223
|
110x
xxxx
|
Jaringan Komputer
berskala Kecil
|
|
Kelas
D
|
224–239
|
1110
xxxx
|
Alamat Milticast
|
|
Kelas
E
|
240–255
|
1111
xxxx
|
Alamat
Percobaan atau Eksperimen
|
2. Macam-macam Kelas IP Address
a. IP Address Kelas A
Alamat IP Kelas A biasanya digunakan di jaringan komputer besar. Ada total 126 jaringan di kelas IP A, dan setiap jaringan dapat melayani 16.777.214 host. Untuk alamat IP Kelas A, nomor urut bit paling signifikan selalu diset ke Nol (0), tetapi 7 bit berikutnya digunakan untuk melengkapi oktet pertama, yang bertindak sebagai pengenal jaringan. sedangkan 3 oktet terakhir digunakan untuk pengidentifikasi host. Rentang alamat IP Kelas A adalah dari 1.xxx.xxx.xxx hingga 126.xxx.xxx.xxx.
b. IP Address Kelas B
Kelas Alamat IP ini digunakan untuk jaringan komputer menengah hingga besar. IP Kelas B menyediakan 16.384 jaringan, yang masing-masing dapat menampung hingga 65.534 host. Nomor urut 2-bit pertama dari oktet pertama selalu diset ke 10 dalam biner. Sedangkan 14 bit berikutnya digunakan untuk melengkapi dua oktet pertama sebagai pengenal jaringan. 16 bit berikutnya (dua oktet terakhir) berfungsi sebagai pengidentifikasi host. Alamat IP Kelas B berkisar dari 128.0.xxx.xxx hingga 191.255.xxx.xxx.
c. IP Address Kelas C
Kelas Alamat IP ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer kecil. Alamat IP Kelas C menyediakan 2.097.152 Jaringan, dan setiap jaringan dapat menampung 254 host. 3 bit pertama dari oktet pertama selalu 110 (Biner), 21 bit berikutnya (3 Oktet pertama) membentuk pengenal jaringan. Kemudian 8 bit berikutnya (Oktet terakhir) digunakan untuk pengidentifikasi host. Alamat IP Kelas C berkisar dari 192.0.0.xxx hingga 255.255.255.xxx.
d. IP Address Kelas D
Kelas IP Address ini digunakan untuk IP multicast, 4 bit pertama dari oktet pertama adalah 1110 (biner) dan juga sebagai Network Identifier. Kemudian 28 bit berikutnya digunakan untuk Host Identifier. Range IP kelas D mulai dari 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255.
e. IP Address Kelas E
IP Address kelas E digunakan untuk percobaan. Empat bit pertama dari oktet pertama kelas alamat IP ini diatur ke nilai biner 1111 dan juga berfungsi sebagai Network Identifier. Kemudian 28 bit berikutnya digunakan untuk Host Identifier. Range IP kelas E mulai dari 240.0.0.0 sampai 254.255.255.255.
SUBNET MASK
Cara menghitung IP Address kelas A, B, atau C dalam suatu subnet merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran jaringan komputer. Pada pembahasan ini, kita akan mengenal lebih jauh mengenai IP Address, subnetting, dan subnet mask dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
IP Address tentu bukan istilah yang asing bagi pengguna teknologi saat ini. Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menghitung IP Address maupun subnet mask. Untuk mengetahui pembagian kelas IP Address serta proses subnetting, berikut penjelasannya.
Subnetting atau penggunaan subnet mask pada dasarnya berkaitan dengan cara membagi sebuah jaringan menjadi bagian-bagian tertentu, seperti membedakan network dan host. Melalui subnet mask, kita dapat mengetahui bagian alamat yang digunakan sebagai network, host, maupun broadcast. Dengan demikian, subnet mask dapat membantu menentukan jumlah host yang dapat berada dalam suatu jaringan.
A. Pengertian Subnet Mask dan Host
1. Pengertian Host
Istilah host sebenarnya cukup mudah dipahami. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, host berarti tuan rumah. Dalam konsep jaringan komputer, istilah tersebut memiliki peran yang kurang lebih serupa dengan pengertian tuan rumah dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum, host merupakan pihak atau perangkat yang menyediakan tempat bagi pihak lain untuk terhubung. Dalam jaringan komputer, host dapat menjadi tempat bagi client untuk berkomunikasi dan mengakses berbagai layanan. Salah satu perangkat yang dapat berperan sebagai host adalah komputer server, meskipun tidak semua host harus berupa server.
2. Pengertian Subnet Mask
IP Address dan Subnet Mask memiliki fungsi yang berbeda meskipun keduanya berkaitan erat dengan proses identifikasi perangkat dalam jaringan. Perbedaannya dapat dilihat dari tingkat ketepatan informasi yang diberikan.
Jika IP Address dapat dianalogikan sebagai alamat spesifik suatu komputer, maka Subnet Mask menunjukkan bagian atau kelompok jaringan tempat alamat IP tersebut berada. Dengan kata lain, subnet mask membantu menentukan batas antara network dan host dalam sebuah alamat IP.
Subnet Mask merupakan metode yang digunakan untuk membagi sebuah jaringan komputer menjadi beberapa subnetwork atau jaringan yang lebih kecil. Proses pembagian jaringan tersebut dikenal sebagai subnetting.
Subnetting digunakan untuk mengatur dan mengelola jaringan agar pembagian alamat IP menjadi lebih terstruktur. Dalam pembahasan dasar mengenai IPv4, teknik ini dapat diterapkan pada alamat IP yang berasal dari kelas A, B, maupun C.
B. Cara Menghitung IP Address
Contoh dari subnet mask, 255.255.255.0 (Subnetmask desimal) kemudian dikonversi
biner).
Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti
jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2A8 = 256 host. Karena bilangan tersebut
berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.
Subnet Mask Default ini untuk masing-masing kelas IP Address adalah sebagai
berikut :
|
Class
|
Oktet
Pertama
|
Subnet
Mask Default
|
Private
Address
|
|
A
|
1-127
|
255.0.0.0
|
10.0.0.0-10.255.255.255
|
|
B
|
128-191
|
255.255.0.0
|
172.16.0.0-172.31.255.255
|
|
C
|
192-223
|
255.255.255.0
|
192.168.0.0-192.168.255.255
|
Sedangkan pengertian Network address adalah sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan.
Fungsinya adalah untuk menandai sebuah network agar dapat dibedakan dengan network yang lain. Karena fungsinya tersebut, network address juga dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN atau jaringan satu ke jaringan lain.
Pengertian Broadcast address adalah alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN. Berbeda dengan network address, broadcast address tidak diperuntukan untuk untuk mengirim paket ke jaringan lain.
Nah, setelah kita mengetahui pengertian masing-masing bagian dari IP Address, mari kita lakukan penghitungan Subnetting.
Host valid / IP Address adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254.
Sedangkan IP Address pertama 192.168.1.0 merupakan Network address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address.
C. Cara Subnetting IP Address
Yang harus diperhatikan adalah perbedaan perhitungan CIDR/17 sampai CIDR/24 dengan CIDR/25 sampai CIDR/30. Untuk perhitungan subnetting CIDR/17 sampai CIDR/24, caranya sama seperti pada kelas C. Hanya saja yang kita masukkan bukan hanya oktet ke empat tapi maju hingga oktet ketiga atau 2 Oktet terakhir.
Sedangkan untuk perhitungan subnetting CIDR/25 sampai CIDR/30 cara perhitungannya sama hanya yang membedakan adalah ketika menentukan broadcast yang valid yang kita masukan terlebih dahulu adalah oktet ke 4. Jika untuk oktet ke empat telah selesai (sampai 255) maka selanjutnya kita masuk ke oktet ke 3.
|
Subnet
Mask |
Nilai CIDR |
|
255.255.128.0 |
/17 |
|
255.255.192.0 |
/18 |
|
255.255.224.0 |
/19 |
|
255.255.240.0 |
/20 |
|
255.255.248.0 |
/21 |
|
255.255.252.0 |
/22 |
|
255.255.254.0 |
/23 |
|
255.255.255.0 |
/24 |
|
Subnet
Mask |
Nilai CIDR |
|
255.255.255.128 |
/25 |
|
255.255.255.192 |
/26 |
|
255.255.255.224 |
/27 |
|
255.255.255.240 |
/28 |
|
255.255.255.248 |
/29 |
|
255.255.255.252 |
/30 |
Selanjutnya untuk lebih memahamkan pemahaman kita tentang subnetting kelas B, kita akan mencoba menganalisis subnetting IP address kelas B menggunakan CIDR rentang /17 sampai /24. Atau dengan kata lain, subnet mask-nya adalah : 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Cara Subnetting Pada IP Address Kelas C
Analisis : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan : Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu :
- Jumlah Subnet = 2x, di mana x adalah banyaknya biner 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, di mana y adalah kebalikan dari x, yaitu banyaknya biner 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128 + 64 = 192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
|
Subnet
|
192.168.1.0
|
192.168.1.64
|
192.168.1.128
|
192.168.1.192
|
|
Host Pertama
|
192.168.1.1
|
192.168.1.65
|
192.168.1.129
|
192.168.1.193
|
|
Host Terakhir
|
192.168.1.62
|
192.168.1.126
|
192.168.1.190
|
192.168.1.254
|
|
Broadcast
|
192.168.1.63
|
192.168.1.127
|
192.168.1.191
|
192.168.1.255
|
Sumber Referensi Lainnya :
Jika ingin melihat Modul Pembelajaran PPT tentang IP Address, silakan lihat di sini. Dan jika ingin membaca Artikel tentang IPv6, silakan lihat di sini. Semoga saja Artikel ini sangat bermanfaat bagi para Mahasiswa Teknik Informatika.
Terima Kasih 😄😘👌👍 :)
Wassalamu‘alaikum wr. wb.
.png)
Post a Comment