Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bisakah kita mendapatkan Malam Lailatul Qadr tanpa Itikaf di Masjid? Inilah Beragam Hal yang Perlu Diketahui soal Malam Lailatul Qadr

Assalammu‘alaikum warramatullahi wabarakatuh.

Sebelum itu marilah kita berpujI kepada Allah SWT dan menjunjung Nabi besar Muhammad 
SAW.


Tidak terasakankah, sekarang sudah berada di 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan. Yaitu malam yang mulai daripada Malam 1000 Bulan (Sekitar 83 Tahun, 4 Bulan), yaitu Malam Lailatul Qadar. Akan tetapi untuk tahun ini agak berbeda suasana Malam Lailatul Qadar ini. Dikarenakan dalam suasana Pandemi COVID-19, Acara Iktikaf di Masjid untuk Tahun ini ditiadakan.



Sumber Artikel : Detik.com

Malam Lailatul Qadar disebut akan datang di Sepuluh Malam terakhir di Bulan Ramadhan. Umat Islam dianjurkan melaksanakan Itikaf di Masjid untuk menyambut datangnya Malam Kemuliaan tersebut.

Namun Tahun ini umat Islam di belahan Dunia harus Beribadah di Rumah karena adanya Pandemi COVID-19. Lalu bisakah mendapatkan Malam Lailatul Qadar jika tidak Itikaf di Masjid?


Ustaz Adi Hidayat dalam Serial Kultum 'Amalan Malam Al Qadr' di Channel YouTube-nya, menyebutkan, kita tetap bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar meskipun tidak Itikaf di Masjid. Malam Lailatul Qadar dapat diraih saat beribadah di Rumah.

"Syarat mendapatkan Kemuliaan yaitu tidak terikat mendapatkan tempat di Masjid. Tapi lebih kepada Bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana yang sekiranya kita maksimalkan untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT," ujar Ustaz Adi Hidayat, Rabu (13/5/2020 | 20/9/1441). Menurut Ustadz Adi Hidayat, Lailatul Qadar itu syarat meraihnya tidak terikat dengan Masjid. Tapi terikat dengan Amalan yang dikerjakan di Malam tersebut.

Dalam Kondisi Normal pun (tidak sedang dalam suasana Pandemi Virus Corona), lanjut Ustaz Adi Hidayat, jika seseorang pergi ke Masjid, terus malamnya tidak bangun (untuk beribadah kepada Allah) dan cuma Tidur, tidak akan mendapat Malam Lailatul Qadar.

"Jelas iya? Jadi kita ke masjid itu mengkondisikan supaya fokus, supaya maksimal termotivasi maksimal untuk Ibadah. Mungkin dalam kondisi ada di Rumah, ada Televisi. Yang dilihat mungkin bacaan, yang dilihat Internet. Tapi kalau orang ke Masjid kondisinya lebih terfokus untuk Ibadah dengan maksimal," jelas Ustadz tersebut yang Berusia 35 Tahun ini.

Sedangkan kalau ada di Masjid, Televisi tidak ada di Ruangan tempat Shalat. Mau Baca Koran tidak bisa karena semua orang Baca Al-Qur'an. Mau tiduran, orang bangun.

"(Jadi) Terdorong kita, termotivasi untuk melakukan Ibadah. Bangun malamnya. Tapi kalau Anda cuma ke Masjid pindahkan Bantal, bawa Kasur, ikut tiduran, malam-malam ketiduran pas bangun Sahur, ya tidak dapat juga (Malam Lailatul Qadar)," kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat menambahkan, Esensi Malam Lailatul Qadar itu lebih pada bagaimana menghidupkan Malam dengan Amalan. Sekalipun bila tidak mampu dikerjakan di Masjid seperti sekarang (karena Pandemi Virus Corona) kita lalui pada umumnya, sebagian besar tempat di muka bumi tidak hanya Indonesia, maka tidak ada alasan untuk tidak menghidupkan malam dengan ibadah di rumah yang telah kita kondisikan.

"Jangan kemudian kita jadikan alasan, wah saya tidak bisa ke masjid nih, saya tidak bisa dapat Malam Lailatul Qadar, tidak! cetus Ustaz Adi Hidayat.

Kita pun disarankan membuat kondisi beribadah di dalam satu ruangan di rumah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Bangun pukul 02.00, 02.30. Lalu tunaikan Shalat diisi dengan Istighafar. Kemudian tiduran sejenak dan bangun untuk sahur lalu Istighfar lagi.

"Jadi syarat mendapatkan kemuliaan tidak terikat mendapatkan tempat di masjid tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana yang sekiranya kita maksimalkan untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT," tutup Ustadz Adi Hidayat.

TENTANG MALAM LAILATUL QADR (HAL-HAL YANG HARUS DIKETAHUI SAAT MALAM LAILATUL QADR)

Sumber Artikel : Kompas.com (Sebagian)

Salah satu Malam Istimewa di bBulan Ramadhan ialah Malam Lailatul Qadar. Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari Seribu Bulan. Kitab Suci Umat Islam, Al-Qur'an, juga diturunkan pada Malam Lailatul Qadar ini.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui soal Malam Lailatul Qadar : 

Amalan-amalan di Malam Lailatul Qadar

Pada Malam Lailatul Qadar, tersedia banyak Amalan-amalan yang dapat dilakukan guna meraup Pahala yang disediakan oleh Allah SWT. Amalan yang dapat dilakukan antara lain : 

1. Shalat Malam

Shalat Malam merupakan Shalat Sunah yang dilakukan antara Isya dan Subuh, di antaranya adalah Shalat Tarawih, Shalat Witir, dan Shalat Tahajud. Bahkan, Rasulullah SAW telah menyebut Shalat Malam merupakan Shalat yang paling utama setelah Shalat Lima Waktu (Maktubah), seperti dalam sabdanya yaitu : "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah Puasa pada Bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah Shalat Fardlu adalah Shalat Malam." (HR Muslim).

2. Iktikaf

Dalam menyambut malam lailatul qadar, umat Muslim dapat melakukan Iktikaf. Adapun Iktikaf sendiri adalah berdiam diri di masjid dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, Iktikaf merupakan bukanlah sesuatu yang diwajibkan, melainkan sunah atau boleh tidak dilakukan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW: "Sungguh saya beriktikaf di di sepuluh hari awal Ramadhan untuk mencari malam kemuliaan, kemudian saya beriktikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian Jibril mendatangiku dan memberitakan bahwa malam kemuliaan terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang ingin beriktikaf, hendaklah dia beriktikaf (untuk mencari malam tersebut)."

3. Dzikir

Amalan berikutnya yang dapat dilakukan umat Muslim di Bulan Ramadhan yakni Dzikir. Perintah Dzikir ini terdapat dalam beberapa Surah, di antaranya adalah Surah A-A'raf ayat 205 yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." Selalai apa pun, zikir tetap harus dilakukan untuk mendekatkan kita kepada Allah. 

Dzikir adalah amalan Ibadah yang paling mudah dilakukan, kapan pun dan di mana pun. Begitu pentingnya Dzikir, dalam sebuah hadis bahkan disebutkan bahwa orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya seperti hidup bersama orang yang mati. "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati." (HR. Al Bukhari).

4. Tadarus Al-Qur'an

Dalam mengisi kemuliaan yang ada di Bulan Ramadhan, Umat Muslim sangat dianjurkan untuk membaca atau Tadarus Al-Qur'an. Hadis tentang keutamaan Membaca Al-Qur'an yang terkenal adalah Hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud sebagai berikut: "Abdullah ibn Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf," (HR. At-Tirmidzi).

5. Banyak Berdoa

Kemudian, Amalan berikutnya yang dapat dan mudah untuk dilakukan yakni dengan memperbanyak Doa kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan Malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?", beliau menjawab: "Ucapkanlah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu anna" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).

Tanda-tanda seseorang mendapatkan alam Lailatul Qadar

Beberapa tanda atau ciri seseorang dalam mendapatkan Lailatul Qadar di antaranya sebagai berikut : 

Terus Bertaubat

Penceramah Ustadz Maulana mengatakan, terdapat beberapa tanda-tanda seseorang dimungkinkan mendapatkan malam Lailatul Qadar. Pertama, orang tersebut senantiasa untuk terus bertaubat karena tidak ada keinginan untuk berbuat dosa. "Berikutnya yakni orang tersebut memiliki perubahan sifat dari yang buruk menjadi baik. Misal awalnya pelit, lalu menjadi dermawan," kata Ustaz Maulana. Hidup yang berubah menjadi damai juga salah satu Tanda atau Ciri seseorang mendapatkan Malam Lailatul Qadar.

Artinya, dalam kehidupan orang tersebut senantiasa berjalan tanpa adanya halangan, baik musuh atau pun kebencian. "Mereka yang bersungguh-sungguh, akan mendapatkan petunjuk, sehigga dimudahkan Allah mendapatkan banyak kebaikan," terang Ustadz Maulana. Hal itu sebagaimana diatur di dalam Al Quran : "Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut ayat 69).

Kapan datangnya Malam Lailatul Qadar?

Ketika ditanya soal datangnya Malam Lailatul Qadar datang, Ustadz Maulana tidak mengetahuinya secara pasti karena hal itu merupakan hal yang Ghaib. Selain itu, beberapa Hadis hanya menyebut bahwa Malam Lailatul Qadar jatuh di 10 Hari terakhir Ramadhan. 

Menurut hadis yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan: "Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhari). 

Ustadz Maulana menerangkan, Malam Lailatul Qadar dapat pula terjadi pada Tanggal 17 Ramadhan, 21 Ramadhan, 24 Ramadhan, dan ada pula yang mengungkapkan pada 10 Hari terakhir. "Ketidakpastian itu memunculkan hikmah bahwa setiap Muslim harus selalu beribadah dan mencari keberkahan kapan pun dan di mana pun," terang Ustadz Maulana.

Ciri-ciri datangnya Malam Lailatul Qadar


Menurut Ustadz Maulana, ciri-ciri mengenai datangnya Malam Lailatul Qadar telah disampaikan dalam sejumlah Hadist. Diriwayatkan dari Imam Muslim, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari Bulan Ramadan)."

Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Imam Muslim, 762). Kemudian, Riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh Kemudahan dan Kebaikan, tidak begitu Panas, juga tidak begitu Dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan." (HR. Al Baihaqi).

Tanda-tandanya antara lain adalah :

  • Udara yang Tenang dan Sejuk

Ibnu Abbas Radliyallahu’anhu berkata : Rasulullah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."

  • Matahari Terbit dengan Teduh

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar adalah cahaya mentari teduh, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dasarnya dari hadis Ubay bin Ka'ab radliyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR. Muslim).


Untuk melihat Postingan Artikel terdahlu di Blog ini, silahkan lihat di sini.

Semoga kita bisa mendapatkan malam keberkahan yang mulia ini. Aamiin yarrabbal alamin.

Wabillahit-tafik wal-hidaiyah,


Wassalammu‘alaikum warramatullahi wabarakatuh.

Ads